Amanat Presiden PKS Dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-72 RI

Presiden: PKS sangat Meng-Indonesia
August 16, 2017
PKS: Konsensus Dasar Berbangsa Sudah Selesai, Saatnya Bergerak
August 18, 2017

Amanat Presiden PKS Dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-72 RI

LANSKAP INDONESIA BARU

Oleh : Mohamad Sohibul Iman,Ph.D

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, 

Saudara-Saudaraku yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, 

  1. Puji syukur hanya untuk Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan semesta alam, pemilik kekuasaan yang ada di langit dan di bumi, yang memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan yang mencabut kekuasaan dari siapa yang dikendaki-Nya. Dialah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, yang telah memberikan anugerah kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.
  1. Setiap generasi punya tantangannya. Setiap zaman punya peran sejarahnya. Tantangan dan peran kita saat ini tentu berbeda dengan para pendiri bangsa ini. Jika para pendiri bangsa ini memperjuangkan kemerdekaan bangsa, maka tugas kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan karya-karya nyata kita. Jika mereka berdebat untuk bisa bersepakat tentang dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, maka tugas kita adalah merealisasikan apa-apa yang sudah menjadi konsensus bersama.
  1. Bagi PKS, perdebatan mengenai konsensus dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara sudah selesai. Saatnya kita bergerak bersama mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana yang telah termaktub dalam pembukaan UUD 1945 paragraf ke-4.
  1. Hal ini sejalan dengan yang diamanatkan dalam AD/ART PKS pasal 5 dan 6 sebagai berikut:

Pasal 5: “Visi Partai adalah menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”

Pasal 6 : “Misi Partai adalah menjadikan Partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat yang diridlai  Allah subhanahu wa ta’ala, dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Saudara-Saudaraku yang dicintai Allah Subhanahu Wata’ala, 

  1. Seorang Filosof Yunani pernah mengatakan bahwa tidak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Di tengah situasi kondisi dunia yang senantiasa berubah, kita harus mampu merespon perubahan itu secara cermat dan tepat. Begitu juga dalam mengisi kemerdekaan ini, maka kita harus mampu membaca lanskap perubahan apa yang sedang dan akan terjadi pada saat ini dan di masa depan, dan langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan?
  1. Secara garis besar, ada EMPAT LANSKAP PERUBAHAN yang patut mendapatkan perhatian khusus oleh kita semua. Perubahan-perubahan ini yang diperkirakan akan menentukan masa depan Indonesia.
PERTAMA, LANSKAP DEMOGRAFI
  1. Perubahan lanskap dari sisi demografi menarik untuk kita perhatikan. Karena saat ini dan di masa yang akan datang terjadi perubahan struktur demografi dimana proporsi jumlah penduduk kita akan didominasi oleh generasi baruyang memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Para ahli ini menyebutnya sebegai Generasi Y atau Milineals dan Generasi Z.
  1. Generasi millineal lahir di tahun 1980-an hingga akhir 1990-an dimana mereka tumbuh berkembang menjelang pergantian milinum di awal tahun 2000-an disaat awal-awal teknologi informasi berkembang. Sedangkan Generasi Z adalah generasi yang lebih muda dari generasi millenial yang lahir dan tumbuh di era ketika teknologi informasi yang sudah berkembang semakin matang. Saya menyebut kedua generasi ini dengan istilah Generasi C karena memiliki tiga karakter-C.
  1. Karakter C yang pertama adalah Creative. Mereka adalah generasi yang lebih kreatif dari pada generasi orang tua- orang tuanya yang merupakan Generasi X atau pun baby boomers. Mereka generasi yang sangat suka dengan sesuatu yang baru, tantangan baru, gagasan yang baru, cara pikir dan kerja baru yang out of the box, anti-kemapanan, flexible, ketidakteraturan, kurang loyal, trend setter, independen namun tetap bisa berkarya secara kreatif dalam membuat solusi dari berbagai persoalan yang ada.
  1. C yang kedua adalah Connected. Mereka ini adalah generasi yang saling terhubung satu dengan yang lain. Bukan hanya di dunia nyata, tapi juga dunia digital. Dan bahkan konektivitas mereka di dunia digital jauh lebih kuat di bandingkan di dunia nyata.
  1. Generasi ini karena selain terhubung satu sama lain di dunia digitial, mereka mampu menjangkau hubungan dengan sangat luas. Termasuk dengan jaringan internasional dan tokoh-tokoh dunia. Karena sifat mereka yang senantiasa connected maka mereka juga dengan mudah membuat komunitas-komunitas, digital platformstart-up, gerakan sosial, gerakan kewirausahaan bahkan gerakan kerelawanan politik.
  1. C yang ketiga adalah Collaborative. Karena generasi ini merupakan generasi yang sangat kreatif dan saling terhubung satu dengan yang lainnya, maka mereka sangat suka melakukan kolaborasi. Dari hasil kolaborasi inilah mereka kemudian menciptakan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Mereka mampu menemukan model bisnis yang menggangu model-model bisnis yang lama (disruptive innovation). Mereka pun mampu melakukan kolaborasi lintas sektoral. Bukan hanya sektor swasta dengan swasta, tapi sektor swasta dengan pemerintah, sektor swasta dengan sektor ketiga, dan sektor ketiga dengan sektor pemerintah atau ketiga-tiganya.
  1. Indonesia memiliki kesempatan emas dengan berlimpahnya jumlah penduduk usia produktif atau bonus demografi hingga tahun 2030. Ini momentum yang tepat bagi Indonesia untuk mendorong perekonomian nasional naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas. Jangan sia-siakan bonus demografi ini!
  1. Melimpahnya penduduk usia muda dan produktif yang mayoritas merupakan Generasi C ini merupakan anugerah dari Allah Swt. Desain kebijakan harus lebih memprioritaskan generasi baru yang telah bangkit. 
  1. Pasca 2030, Indonesia akan mulai memasuki fase maturity. Dan pasca 2050, Indonesia akan memasuki fase masyarakat yang semakin menua atau aging society sebagaimana di alami negara-negara maju sekarang ini seperti Jepang, Eropa dan negara-negara Skandinavia. Permasalahan masyarakat yang semakin menua akan membawa kompleksitas permasalahan yang semakin sulit teratasi. Oleh karena itu, sebelum bangsa ini menua, maka bentangkan karpet merah bagi generasi muda untuk bisa membawa bangsa ini naik kelas menjadi bangsa yang maju!
KEDUA, LANSKAP TEKNOLOGI
  1. Hal kedua yang paling mencolok adalah perubahan yang sangat pesat di sisi Teknologi. Terobosan dalam dunia teknologi, terutama dalam teknologi informasi telah mampu mendekonstruksi tatanan-tatanan yang sudah ada selama ini sehingga memunculkan tantangan-tantangan baru.
  1. Awalnya perkembangan teknologi mendatangkan manfaat bagi masyarakat namun dalam perkembangan selanjutnya ternyata juga menimbulkan side effect yang sifatnya tidak menentu dan unpredictable. Kita menyaksikan sekarang bagaimana petunjuk merakit bom bisa dengan mudah diperoleh di dunia digital. Fenomena tindak kekerasan, kriminal dan terror pun dapat dilakukan secara masif dan terorganisir dengan mudah disebar dan bekerja sangat cepat di dunia digital.
  1. Teknologi digital juga menjadi medium berkembangnya ideologi yang merusak nilai-nilai dan budaya kita sebagai bangsa yang beragama. Sebagai contoh, bagaimana propoganda gerakan pro-LGBT yang bersifat global telah mampu melakukan penetrasinya ke berbagai negara dan ini berkembang luar biasa di dunia maya. Ini memberikan tantangan yang tidak mudah untuk generasi muda kita.
  1. Jika melihat lanskap perubahan yang terjadi saat ini, besar kemungkinan kepemimpinan yang lahir nanti adalah kepemimpinan yang up to date dengan perkembangan teknologi. Mereka yang memiliki digital literacy yang mumpuni. Mereka yang mampu memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat dengan menggunakan teknologi atau technology based-leadership. Oleh karena itu, siapa yang menguasi teknologi, dia yang akan menguasai kepemimpinan mendatang!
  1. Saat ini berkembang konsep Smart City dimana manajemen tata kota dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital seperti social mediabig datainternet of things dan digital platform yang berbasis Mobile Apps. Para pimpinan daerah sekarang dituntut untuk lebih responsif dalam menanggapi aspirasi, tuntutan dan keinginan masyarakatnya. Semakin masyarakat melek teknologi semakin mereka ingin mendapatkan pelayanan publik yang tepat dan cepat.
  1. Kedepan pemanfaatan teknologi akan memasuki gelombang revolusi teknologi berikutnya yakni dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) yang lambat laun akan menggantikan peran manusia di pasar tenaga kerja. Sebuah revolusi teknologi yang tentu akan berdampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Kita harus bersiap-siap menghadapinya!
KETIGA, LANSKAP POLITIK
  1. Perkembangan teknologi yang pesat ini mendorong terjadinya proses demokratisasi dalam artian terjadinya ledakan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial-politik mereka. Sebelumnya, perubahan sosial politik sebuah bangsa hanya digerakkan oleh para elit saja namun saat ini proses perubahan sosial politik bisa digerakkan oleh masyarakat biasa yang lahir dari gerakan akar rumput atau grassroots movement.
  1. Ledakan partisipasi masyarakat telah membuka lebar kran rekruitmen kepemimpinan di berbagai level kepemimpinan, baik di daerah maupun nasional, baik di lembaga eksekutif, legistilatif maupun yudikatif. Sehingga menyebabkan kontestasi dalam mengisi posisi pos-pos kepemimpinan juga semakin kompetitif dan terkadang juga berbiaya mahal.
  1. Selain itu, perubahan dari sisi demografi dan teknologi juga telah mengubah gerak politik dari politik pengerahan massa atau Mob Politics yang bersifat top down menjadi politik yang lebih partisipatif atau Participatory Politics yang bersifat bottom up.
  1. Ke depan, peran partai politik akan semakin membutuhkan dukungan dari gerakan relawan akar rumput baik yang sifatnya berbasis komunitas atau pun cybervolunteer di dunia digital. Gerakan relawan ini akan sangat mempengaruhi jalannya politik di masa depan. Hubungan antara partai politik, politisi dengan relawan komunitas atau digital akan semakin kuat dan saling menopang satu dengan yang lainnya.
  1. Mob politics dan participatory politics keduanya saling melengkapi. Karena kedisiplinan dalam organisasi politik harus tetap membuka ruang sebesar-besarnya bagi tumbuh kembangnya kretivitas dari bawah. Tentunya tumbuh berkembangnya kreativitas tersebut dalam bingkai kedisiplinan organisasi. Karena kreativitas tanpa kedisiplinan akan menyebabkan situasi serba boleh atau permisif. Dan sebaliknya, kedisiplinan tanpa kreativitas akan menyebabkan kejumudan atau otoriterianisme. Kita harus seimbangkan keduanya!
 KEEMPAT, LANSKAP EKONOMI
  1. Ekonomi Indonesia hari ini berada dalam persimpangan sejarah: apakah ia akan mampu naik kelas menjadi ekonomi papan atas atau ia akan jatuh pada kondisi ekonomi papan tengah ke bawahPara ahli telah mengingatkan bahwa Indonesia sangat rentan terjatuh dalam posisi pendapatan menengah-bawah dalam waktu yang lama dan gagal naik kelas menjadi ekonomi papan atas atau Middle Income Trap (MIT).
  1. Tanda-tandanya sudah terlihat di depan mata: ketimpangan ekonomi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat atau stagnan dan daya saing industri yang terus menurun yang ditandai dengan terjadinyadeindustrialisasiIni sudah lampu kuning! 
  1. Sejak tahun 1990, Indonesia sebenarnya sudah masuk kategori negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income) dengan pendapatan per kapita 000 USD. Tidak heran di tahun 1993 Bank Dunia memasukkan Indonesia sebagai salah satu The Asian Miracle Economy. Namun setelah 27 tahun hingga pada tahun 2017, pendapatan per kapita Indonesia masih berkisar di angka 4.000 USD.
  1. Indonesia masih belum beranjak menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income) yang pendapatan per kapitanya harus mencapai 250-11.250 USD. Studi empris negara-negara lain menunjukkan bahwa jika sebuah negara berada dalam posisi menengah bawah atau lower middle income selama 28 tahun, maka negara tersebut akan jatuh dan terjebak dalam Middle Income Trap dalam waktu yang cukup lama. Dan Indonesia sudah 27 tahun dalam posisi lower middle incomeWASPADA!
  1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih banyak ditopang oleh sisi konsumsi dibanding sisi produksi akan menyebabkan pertumbuhan yang tidak berkelanjutan (unsustainable). Karena ketika daya beli masyarakat terpukul akibat salah kelola kebijakan dari pemerintah atau sebab lainnya, maka pertumbuhan ekonomi ikut terpukul dan melambat.
  1. Struktur ekonomi Indonesia harus diperkuat pada sisi produksi dengan mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sebagai negara yang dua per tiganya merupakan lautan dan dihuni oleh mayoritas penduduk usia produktif, seharusnya Indonesia mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dari sektor Ekonomi Maritimdan Ekonomi Kreatif.
  1. Kebijakan pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia perlu dikalibrasi menjadi ide yang lebih praktis dan produktif dibandingkan slogan atau pencitraan belaka. Industrialisasi di sektor kelautan harus menjadi prioritas dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi dan energi baru.
  1. Di saat yang sama, sektor ekonomi kreatif harus menjadi tempat para generasi baru bangsa ini untuk bisa mengoptimalkan potensinya menciptakan karya-karyanya. Negara harus hadir dalam menciptakan iklim kreatifitas tersebut sebagai salah satu sektor yang menopang tumbuhnya ekonomi baru yang menyerap banyak lapangan tenaga kerja baru. Dengan begitu, bonus demografi benar-benar bisa menjadi berkah bukan bencana bagi bangsa Indonesia.
  1. Terakhir, saya titipkan pesan kepada seluruh anggota keluarga besar PKS agar bisa menjadi sosok yang mampu tampil sebagai pelopor-pelopor kebaikan di setiap sektor kehidupan. Yang menjadi politisi, maka dia harus menjadi politisi yang mempelopori kebaikan di politik. Yang menjadi pengusaha, maka dia menjadi pelopor kebaikan di dunia usaha. Yang menjadi professional, maka dia juga harus menjadi pelopor kebaikan di dunia profesinya.
  1. Sebagaimana Firman Allah Swt, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah [9]: 105)” 

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *